Sunday, March 1, 2015

Sebening Embun, Seluas Alam Raya

Santri Menyapa Dunia
Oleh : Elyna Dayanti
Sebening Embun, Seluas Alam Raya
Hati ini belum sebening embun, ya Rabb,
Terkadang masih sering harapkan pujian manusia,
Seolah penilaian mereka paling penting,
Aku lupa, satu-satunya penilai teradil hanyalah Engkau.
.
Hati ini belum sebening embun, ya Rabb,
Sering kali terkuasai dengki kepada mereka yang ku nilai karunianya melebihi apa yang Engkau beri padaku,
Seolah apa yang sudah ada padaku tiada berharga dibandingnya,
Aku lupa, satu-satunya pemberi teradil hanya Engkau.
.
Hati ini belum sebening embun, ya Rabb,
Berulang kali terpancing emosi oleh apa yang ku anggap mengusik ketenanganku,
Seolah emosi adalah solusi masalah,
Aku lupa, Engkau memerintahkanku untuk selalu bersabar & mengingatMu agar jiwa menjadi tenang.
.
Hati ini belum sebening embun, ya Rabb,
Masih sering menunda hakMu sebagai pencipta,
Seolah ku anggap akhirat itu tak ada,
Aku lupa, akan datang masa dimana segala amal ibadahku akan ditakar.
.
Hati ini belum sebening embun, ya Rabb,
Selalu menganggap apa yang telah didapat adalah murni karena usahaku,
Seolah tiada Engkau yang berkuasa atas segala apa yang ada di dunia,
Aku lupa, aku ini cuma hamba yang jika Engkau tarik semua yang ada padaku, aku ini tiada akan berdaya.
.
Hati ini belum sebening embun, ya Rabb,
Masih menghibahkan aib saudara saudariku,
Seolah aku adalah manusia tanpa cacat dan dosa,
Aku lupa, tiada manusia sempurna.
ya Rabb,
Karuniakan kepadaku hati sebening embun dan seluas alam,
Agar apapun yang sedang dan akan ku lakukan tanpa beban karena aku yakin Engkau mengawasiku dalam segala aktifitas,
Anugerahkan aku rasa takut setinggi langit, dan kuatkanlah aku untuk senantiasa mampu mengarungi samudera ampunanMu,
Supaya aku tunduk pada semua takdirMu sampai kelak datang ajalku.
Izinkan aku menjadi tawadhu' dengan segala keterbatasanku.

Saturday, February 28, 2015

Warnai harimu dengan dzikir

Santri Menyapa Dunia
Oleh : Elyna Dayanti

Warnai harimu dengan dzikir

untaian kata indah yang terucap di mulutku
tak seindah shalawat dan dzkirku kepadaMu
amalan ringan yang mudah bagiku
namun sering kulalaikan untuk mengingatmu .

alunan syair indah dengan firmanMu
yang kadang berat tercuap di lidahku
alunan syair yang selalu membuatku rindu
rindu dengan semua muara dan kasih sayangMu .

Ya Rabb, ampuni segala salah dan khilafku
biarkan dzikirku sebagai penawar sedih dan gelisah hatiku
izinkan dzikirku selalu teruntai di sela kesibukanku
dzikirMu membuat hati selalu terjaga, menjadikan obat bagi kelembutan hati yang tebelenggu .

dzikirMu adalah ibadah paling afdhal yang menghantarkanku menuju RidhoMu
melahirkan inabah dan pembuka pintu ilmu bagi hambaMu
sesungguhnya dzikirku sumber kemuliaan jiwa dan kekuatan qolbu
yang menambah saksiku saat di hadapkan di akhiratMu.

keep istiqomah ukhti shalihah ^^
banyak manfaat jika kita selalu ingat, dengan berdzikir menjadikan kita selamat dunia akhirat.
semoga dengan kita selalu berdzikir, semakin kita dekat dalam mengingat, menjaga lidah dari perkataan yang dilarang dan di laknat, mendapat naungan dunia akhirat
Aamiin

Abdullah bin Umar (Wafat 72 H)

Santri Menyapa Dunia
Ibadillah (1)
Abdullah bin Umar (Wafat 72 H)
Periwayatan paling banyak berikutnya sesudah Abu Hurairah adalah Abdullah bin Umar. Ia meriwayatkan 2.630 hadits.
Abdullah adalah putra khalifah ke dua Umar bin al-Khaththab saudarah kandung Sayiyidah Hafshah Ummul Mukminin. Ia salahseorang diantara orang-orang yang bernama Abdullah (Al-Abadillah al-Arba’ah) yang terkenal sebagai pemberi fatwa. Tiga orang lain ialah Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Amr bin al-Ash dan Abdullah bin az-Zubair.
Ibnu Umar dilahirkan tidak lama setelah Nabi diutus Umurnya 10 tahun ketika ikut masuk bersama ayahnya. Kemudian mendahului ayahnya ia hijrah ke Madinah. Pada saat perang Uhud ia masih terlalu kecil untuk ikut perang. Dan tidak mengizinkannya. Tetapi setelah selesai perang Uhud ia banyak mengikuti peperangan, seperti perang Qadisiyah, Yarmuk, Penaklukan Afrika, Mesir dan Persia, serta penyerbuan basrah dan Madain.
Az-Zuhri tidak pernah meninggalkan pendapat Ibnu Umar untuk beralih kepada pendapat orang lain. Imam Malik
dan az-Zuhri berkata:” Sungguh, tak ada satupun dari urusan Rasulullah dan para sahabatnya yang tersembunyi bagi Ibnu Umar”. Ia meriwayatkan hadits dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Sayyidah Aisyah, saudari kandungnya Hafshah dan Abdullah bin Mas’ud. Yang meriwayatkan dari Ibnu Umar banyak sekali, diantaranya Sa’id bin al-Musayyab, al Hasan al Basri, Ibnu Syihab az-Zuhri, Ibnu Sirin, Nafi’, Mujahid, Thawus dan Ikrimah.
Ia wafat pada tahun 73 H. ada yang mengatakan bahwa Al-Hajjaj menyusupkan seorang kerumahnya yang lalu membunuhnya. Dikatakan mula mula diracun kemudian di tombak dan di rejam. Pendapat lain mengatakan bahwa ibnu Umar meninggal secara wajar.
Sanad paling shahih yang bersumber dari ibnu Umar adalah yang disebut Silsilah adz- Dzahab (silsilah emas), yaitu Malik, dari Nafi’, dari Abdullah bin Umar. Sedang yang paling Dlaif : Muhammad bin Abdullah bin al-Qasim dari bapaknya, dari kakeknya, dari ibnu Umar.
Disalin dari Biografi Ibnu Umar dalam Al-Ishabah no.4825 dan Tahdzib al-Asma’ 1/278, Thabaqat Ibn Sa’ad 4/105