Monday, March 2, 2015

الحبّ الخالص

الطلاب يتحادث الدنيا

# الحبّ الخالص
إذا كان قلبي
يخلل نفسي في أحلامي 
تعود ذكرتي
متى الحبّ يلاقى الحبّ
صاحت الليلة
والنهار وهما في غناء
أقدر على السماع
شوقك يدعوني واسمي
متى كنت غبت في أيّامك
أنتظرك في الدوام اليوم
لن أغادر منك
مستلزما في قلبك أنت
لن تباعد عنّي
مستلزما في قلبي أنا
وروحي يصيح
يؤكّد أن حبّي إليك
وشكري لخالق
الحبّ يوحّد حبّنا
متى كنت غبت في أيّامك
أنتظرك في الدوام اليوم
محبّتنا تصور التواريخ
تنشر قصّة تملأ بالرحمة
حتّى كلّ واحد من الإنسان
قد قرّروا أنّ حبّنا خالص
متى كنت غبت في أيّامك
أنتظرك في الدوام اليوم
تلوّن الوادى
يكون قائما بنا معانقا
والروحان اللذان يتجسّدان
في سكون المحبّة
تنشر قصّة تملأ بالرحمة
حتّى كلّ واحد من الإنسان
قد قرّروا أنّ حبّنا خالص

Sunday, March 1, 2015

Kisah 3 pemuda

Santri Menyapa Dunia
Oleh : Elyna Dayanti

Kisah 3 pemuda

Malam itu, tiga orang pemuda bertamu di rumah pak kyai.. Ketiga pemuda itu mempunyai hajat yang sama, ingin melamar putri kyai...

Kyai : Siapa namamu..?

Pemuda 1 : Annas, kyai...

Kyai : Bagus nian namamu... maksud kedatangan..?

Pemuda 1 : Mau melamar putri pak kyai...

Kyai : Ooh ya.... Kalau begitu saya tes dulu,ya... Coba kamu baca Surat AnNas, sesuai dengan namamu..

Pemuda 1 : Baik, kyai... Lalu dia membaca surat AnNas dengan lancar.. Pak kyai manggut-manggut..

Kyai : Bagus.... sekarang kamu... Siapa namamu..? Tanya pak Kyai sambil menatap pemuda ke 2

Pemuda 2 : Thariq, kyai.

Kyai : Hmm... nama yang bagus.... tesnya sama.... kamu baca surat Ath Thariq, ya...

Pemuda 2 : Baik, kyai... Lalu dia membaca surat Ath Thariq dengan lancar... Pak kyai kembali manggut-manggut... sambil menatap pemuda ke 3 yang tampak pucat....

Kyai : Kamu, siapa namamu?

Pemuda ke 3 : (berkeringat dingin).. Saya Imron, pak Kyai.. tapi biasa dipanggil Qulhu....

Kyai : ( bengong )

Sebening Embun, Seluas Alam Raya

Santri Menyapa Dunia
Oleh : Elyna Dayanti
Sebening Embun, Seluas Alam Raya
Hati ini belum sebening embun, ya Rabb,
Terkadang masih sering harapkan pujian manusia,
Seolah penilaian mereka paling penting,
Aku lupa, satu-satunya penilai teradil hanyalah Engkau.
.
Hati ini belum sebening embun, ya Rabb,
Sering kali terkuasai dengki kepada mereka yang ku nilai karunianya melebihi apa yang Engkau beri padaku,
Seolah apa yang sudah ada padaku tiada berharga dibandingnya,
Aku lupa, satu-satunya pemberi teradil hanya Engkau.
.
Hati ini belum sebening embun, ya Rabb,
Berulang kali terpancing emosi oleh apa yang ku anggap mengusik ketenanganku,
Seolah emosi adalah solusi masalah,
Aku lupa, Engkau memerintahkanku untuk selalu bersabar & mengingatMu agar jiwa menjadi tenang.
.
Hati ini belum sebening embun, ya Rabb,
Masih sering menunda hakMu sebagai pencipta,
Seolah ku anggap akhirat itu tak ada,
Aku lupa, akan datang masa dimana segala amal ibadahku akan ditakar.
.
Hati ini belum sebening embun, ya Rabb,
Selalu menganggap apa yang telah didapat adalah murni karena usahaku,
Seolah tiada Engkau yang berkuasa atas segala apa yang ada di dunia,
Aku lupa, aku ini cuma hamba yang jika Engkau tarik semua yang ada padaku, aku ini tiada akan berdaya.
.
Hati ini belum sebening embun, ya Rabb,
Masih menghibahkan aib saudara saudariku,
Seolah aku adalah manusia tanpa cacat dan dosa,
Aku lupa, tiada manusia sempurna.
ya Rabb,
Karuniakan kepadaku hati sebening embun dan seluas alam,
Agar apapun yang sedang dan akan ku lakukan tanpa beban karena aku yakin Engkau mengawasiku dalam segala aktifitas,
Anugerahkan aku rasa takut setinggi langit, dan kuatkanlah aku untuk senantiasa mampu mengarungi samudera ampunanMu,
Supaya aku tunduk pada semua takdirMu sampai kelak datang ajalku.
Izinkan aku menjadi tawadhu' dengan segala keterbatasanku.