Thursday, March 5, 2015

Khutbah Jum'at

Santri Menyapa Dunia
Materi Khutbah Jum'at, 6 Maret 2015
di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar
Oleh : Ustadz Nurul Fazri (Al Faqir 'Ala Rohmatillah)

Hadirkan Jiwamu Dalam MenghadapNya
Disadur dari : Tulisan Ukhty Elyna Dayanti

الخطبة الأولى

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفيره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهدالله فلا مضل له و من يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا اله إلا الله و أشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم صل و سلم و بارك على محمد و على اله و صحبه ومن اهتدى بهداه إلى يوم القيامة.
يا ايها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفس واحدة  وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذين تساءلون به والارحام إن الله كان عليكم رقيبا
ياايها الذين امنوا اتقواالله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون
اما بعد. فيا عبا دالله او صيكم واياي بتقوى الله فقد فاز المتقون

Hadirin Sidang Jum’at Rahimakumullah
Pertama – tama, marilah kita senantiasa bersama – sama memanjatkan kalimat syukur dan pujian, hanya kehadirat – Nya. Sang pencipta alam raya, maha dari segala maha, ialah Allah SWT. Yang telah memberi kita jutaan nikmat, yang terbagi ke dalam 2 aspek penting dalam kehidupan kita, yakni : nikmat jasmani dan nikmat rohani. Selain 2 nikmat ini, ada satu pemberiannya lagi, yang harus kita syukuri. Yaitu rahmat-Nya. Karena, berkat rahmat-nyalah, pada siang hari ini, kita dapat berkumpul kembali, untuk melaksanakanshalat Jum’at berjama’ah.
Sholawat yang selalu didiringi dengan untaian bait – bait salam, mari kita sanjungkan kepada bagianda kita, nabi agung Muhammad SAW. Sang pembawa risalah, sebagai lentera bagi kehidupan seluruh umat, dan juga sebagai penerang bagi alam dunia ini, sebuah alam yang pernah tertutupi oleh pekatnya asap kemaksiatan di era jahiliyah dulu.
Pada kesempatan kali ini, khotib berwasiat kepada seluruh jama’ah umumnya, dan kepada diri khotib pribadi khususnya. Untuk terus berusaha, melangkahkan kaki menuju kehidupan yang lebih berkhidmat dan bertaqwa kepada sang kholik Allah SWT. Mari bersama, kita tingkatkan porsi ibadah dan kekhusyuan kita dalam menjalankan segala perintah-Nya.

Sidang Jum’at yang berbahagia
Firman Allah dalam Al – Qur’an
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ
Artinya :
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.  Surah Al Baqarah ayat 45

Sidang Jum’at rahimakumullah
Dalam sholat yang  kita laksanakan setiap hari, yang kita mulai dari Takbir, ruku’, i’tidal, sujud, hingga salam, semuanya kita gerakkan secara otomatis. Kita tak perlu takut ruku’ kita akan nyasar menjadi sujud, bacaan i’tidal kita akan nyasar menjadi bacaan takhiyat, kita tak perlu takut ataupun khawatir, Karena tubuh kita akan selalu bergerak dengan bacaannya lengkap, meski jiwa kita tak pernah bergerak takbir; meskipun jiwa kita tak pernah ikut membaca salam.
Mungkin istilah autopilot, tak hanya ada dalam dunia penerbangan saja, melainkan dalam sholat juga ada istilah autopilot, dalam sholat sering kita memperbolehkan jiwa kita berlarian. Kadang kita membawanya di area kerja, area hobi, area keluarga, hingga ranah remeh temeh seperti kunci kendaraan yang terselip entah dimana, tapi sholat kita selesai sampai salam, bahkan tambah dengan rawatibnya yang sama menggunakan metode auto pilot.
  Namun, ternyata bukan kita saja satu-satunya orang yang menghidupkan mode autopilot di dalam sholat. Karena hamper setiap manusia sangat suka dengan sholat yang menggunakan mode Autopilot.
Apakah kita tidak ingin jiwa kita sesekali sholat, menghadap sebenar-benarnya kepada Rabb kita ? mungkin pertanyaan seperti ini yang akan muncul dari hati kita.

Sidang Jum’at yang berbahagia
Untuk itu kami mengajak diri pribadi dan jamaah semuanya untuk secara berlahan - lahan menghentikan sholat mode autopilot kita.
Mari hadirkan jiwa kita dalam sholat, dan hadapkanlah ia kepada Allah sang pemilik alam semesta. Bukan kantuk ataupun rasa malas yang kitaa hadirkan dalam sholat kita.
Rasullullah SAW mengibaratkan, shalatlah ibarat ini shalat terakhir kita dan hadirkan Allah dihadapan kita. Jangan terlalu sering melakukan gerakan yang bukan bagian dari sholat,  garuk – garuk atau perbuatan yang lainnya. Bayanglkan, Seorang abdi saja jika berada di depan rajanya, mungkin sudah bergetar seluruh badannya, sedangkan kita yang melaksanakan sholat, langsung di hadapan Allah SWT Raja Alam semesta, pernahkah kita sholat sampai bergetar badan kita karena takut, tertunduk malu atas segala dosa, tertunduk malu atas semua nikmat yang kurang kita syukuri. Pernahkah ?

Hadirin rahimakumullah
Semuanya memang  membutuhkan proses,  membutuhkan waktu, membutuhkan ilmu, dan yang terpenting adalah ilmu,
Untuk itu, mari bersama – sama kita melaksanakan sholat bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban, tapi kita anggap sholat sebagai suatu kebutuhan yang harus kita cukupi setiap saat, sebagai satu – satunya tempat berkomunikasi, curhat, meminta solusi dan meminta tolong kepada Allah.
الا بذكر الله تطمئن القلوب
بارك الله لي ولكم في القران العظيم. ونفعني واياكم بما فيه من الايات وذكر الحكيم.
اقول قول هذا, فاستغفروا الله لي ولكم ولسائرالمؤمنين الصالحين. انه هو الغفورالرحيم.


الخطبة الثانية
الحمدلله الذي كان بعباده خبيرا بصيرا, تبارك الذي جعل في السماء بروجا وجعل فيها سراجا منيرا. اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا عبده ورسوله الذي بعثه بالحق بشيرا ونذيرا. اللهم صل عليه وعلى اله وصحبه وسلم تسليماكثيرا.
ياايهاالذين امنوااتقواالله ولتنظزنفس ما قدمت لغد واتقواالله ان الله خبير بما تعملون
ان الله وملائكته يصلون على النبي, ياايها الذين امنوا صلوا عليه وسلما تسليما
اما بعد, فيا عبادالله اوصيكم واياي بتقوىالله فقد فاز فوزاعظيما
اللهم صل وسلم على هذا النبي الكريم. والحمدلله رب العلمين. اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين ولمسلمات. الاحياء منهم والاموات, انك سميع مجيب الدعوات يا قاضيالحاجات اللهم اعنا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك.
اللهم نور قلوبنا بنورهدايتك و نورقرانك ونور علومك ونورسنة رسولك
كما نورت الارض بنور سمشك وقمرك ابدا برحمتك يا ارحم الرا حمين
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عبادالله   كبر مقة عندالله ان تقولوا مالا تعلمون
اُذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِد ْكُمْ ،
وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

اقيمواالصلاة

Teknologi

Santri Menyapa Dunia
Oleh : Elyna Dayanti

Teknologi

Teknologi adalah ujian dari Allah, bisa menambah pahala bisa juga menambah dosa

# "kenapa update-an socmed nya agama mulu?" Soalnya saya punya agama jadi mau mengamalkan aja, kan sunnah Rasul sampaikanlah kebaikan walau satu ayat. Walau diri sendiri belum bener seenggaknya bisa jadi selfreminder sendiri, soalnya Allah gak suka saat kita menyampaikan kebaikan tapi kitanya sendiri gak mengamalkannya (lihat Al Baqarah 44 ya)

kalau kita update postingan yang mengingatkan kebaikan kita dapat 1 pahala karena kita sudah mengajak dan membagi ilmu yang kita punya (walau aslinya juga masih fakir ilmu banget) , dan misalnya ada orang lain yang baca postingan kita terus jadi tegerak hatinya dan mengamalkan apa yang kita sampaikan kita jadi dapat pahala lagi sesuai dengan apa yang dikerjakan oleh orang lain tersebut, bahkan saat orang lain cukup hanya mengingat apa yang pernah kita posting aja tetep jadi aliran pahala.

dakwah itu mengajak dan mengingatkan, dan merupakan kewajiban buat semua yang mengaku muslim karena kita semua adalah khalifah! bukan cuma tugas ustadz ustadzah di TV.

dulu biasa aja sama orang-orang yang hobi mengaitkan segala hal agama-agama’an gitu, sekarang karena udah tau seluk beluknya jadi iri banget sama mereka yang udah lama terjun dalam dakwah, coba bayangin berapa banyak orang-orang yang udah mereka ajak dalam kebaikan, berapa banyak juga catatan kebaikan yang udah dicatet sama malaikat Raqib?

# “Apabila seorang hamba meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali tiga:
- sedekah jariyah
- anak soleh yang mendoakan kedua orangtuanya
- Ilmu yang bermanfaat (HR muslim)

Smarthpone with a smart muslim/ah, yuk

Wednesday, March 4, 2015

Penantian Berbalut Takwa

Santri Menyapa Dunia
Oleh : Elyna Dayanti

Akan ada hari dimana buku-buku koleksi dari kita akan tersusun rapih memenuhi isi lemari.
#
Akan ada hari dimana pakaianku akan bersanding dengan pakaianmu didalam satu lemari yang sama.
#
Akan ada hari dimana kamu merasakan nyaman, karna kamarmu nanti sudah bersih, rapih dan harum.
#
Akan ada hari dimana makanan lezat sudah tersaji diatas meja makan, dan secangkir teh hangat yang siap menemani hari lelahmu.
#
Akan ada hari dimana sebuah peluk hangat siap menyambut kedatanganmu, dan ada sosok yang sabar menanti dari balik pintu.
#
Dan kau tahu ? Hari itu... adalah hari dimana aku dan kamu sudah bersatu.
#
Hari dimana setiap apa yang aku kerjakan, dan kamu berikan untukku menjadi pahala yang berkah di hadapanNya.
#
Dan kamu tahu ? Hari itu pula dimana hari yang saat ini aku dan kamu nantikan.
#
Meski namamu masih tersembunyi.
#
Namun doaku dan doamu.
#
Sibukku dan sibukmu dalam hal kebaikan.
#
Menjadi saksi dimana kita saling berharap akan hari itu dan siap dipersatukan olehNya.
#
Hari dimana kita menjadi halal dalam biduk pernikahan.

Ya.. Semoga sibukmu dan sibuku adalah sibuk yang baik yang mendekatkan rezeqi baik yang mampu membuat Tuhan percaya kita berjuang di jalan yang baik. Sabar yaaa :)