Friday, October 28, 2016

BELAJAR DARI (KONTRIBUSI) POHON PISANG


“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : ‘Ya Rabbku, tidaklah Kau ciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau maka selamatkanlah kami dari azab neraka.” (QS. Ali Imron 190 – 191)

Saudaraku, setiap kita tentunya pernah merasa begitu lelah dan membutuhkan orang lain dalam meniti jalan panjang kehidupan ini. Masing-masing dari kita tentunya pernah merasa sedemikian jenuh dan butuh nasihat dari orang lain. Namun bagaimana jika orang yang dinanti tak kunjung tiba sementara jiwa kita sangat membutuhkan penyegaran?

Saudaraku, sungguh Allah telah menciptakan banyak hal di dunia ini yang dapat menjadi renungan bagi kita, hamba-Nya yang mau bertafaqur. Biarlah alam yang mengajari kita banyak hal, mengajari tanpa menggurui, karena kita jualah yang menginterpretasikan pelajaran dari alam.

Saudaraku, pohon pisang rasanya bukan satu jenis pohon yang asing bagi kita. Pohon berbatang lunak dan berdaun lebar itu rasanya masih dapat kita temukan pun mungkin kini keberadaannya mulai tersaingi dengan ‘pohon-pohon’ lain yang berbatang beton. Dan pernahkah kita memikirkan suatu pembelajaran yang dapat kita petik dari pohon pisang?

Pohon pisang adalah pohon yang seluruh anggota tubuhnya dapat dimanfaatkan oleh manusia. Mulai dari akarnya untuk obat sakit perut, batangnya dalam pembuatan janur ataupun dalam proses mengkremasi mayat, daunnya untuk pembungkus hingga buahnya yang dapat dimakan. Saudaraku, begitulah seharusnya setiap kita, dapat memberikan manfaat bagi orang lain dengan segenap apa yang kita miliki…

Pohon pisang senantiasa dapat berbuah tanpa mengenal musim. Pohon pisang akan menyimpan cadangan airnya pada musim hujan dan menggunakannya pada musim kemarau. Kita tidak mengenal adanya musim pisang, berbeda dengan musim durian atau rambutan. Saudaraku, janganlah mengenal waktu dalam beramal, janganlah mengenal masa dalam berbuat kebaikan, janganlah kontribusi hanya dapat kita berikan pada saat-saat tertentu di kala kita menginginkannya. Kontinyuitas suatu kebermanfaatan seharusnya senantiasa dapat kita jaga...

Pohon pisang dalam habitat aslinya selalu hidup berkelompok. Jika ada pohon pisang yang tumbuh menyendiri tentulah karena perbuatan manusia yang jika dibiarkan terus tumbuh akan membentuk komunitas pohon pisang juga. Saudaraku, ternyata untuk dapat bermanfaat kita juga membutuhkan teman sebagai penguat, kita butuh saudara-saudara kita sebagai pengingat, kita perlu orang lain untuk optimalisasi potensi kebermanfaatan kita. Ketika kondisi menuntut kita untuk mandiri, maka ’ciptakanlah pohon pisang’ lain sehingga kita tetap tak sendiri. Ya, untuk mencapai puncak produktivitas kontribusi, kita perlu berjama’ah...

Pohon pisang umumnya takkan mati sebelum ia berbuah, pohon pisangpun senantiasa meninggalkan tunas-tunas baru sebelum akhirnya ia mati. Saudaraku, layak untuk kita renungi, sudahkah ada prestasi tertinggi sebelum ajal kita tiba? Sudahkah ada amal terbaik sebelum Izrail mencabut nyawa kita? Sudahkah ada kontribusi besar bagi ummat sebelum akhirnya kita harus pergi meninggalkan dunia ini menuju alam yang kekal abadi? Jika belum, berbuatlah. Dan sudahkah kita menyiapkan generasi berkualitas yang dapat memberi kontribusi lebih bagi lingkungannya? Sudahkah kita tinggalkan kader-kader unggul yang siap berjibaku untuk terus beramal dan memberikan kebermanfaatannya bagi alam? Jika belum, siapkanlah.

Saudaraku, hidup ini terlalu sempit untuk hanya memikirkan diri sendiri, hidup ini teramat singkat tanpa kebermanfaatan kita bagi orang lain. Dan sebenarnya tak perlu sebesar pohon durian ataupun setinggi pohon pinang untuk dapat memberikan manfaat, yang terpenting adalah kontribusi nyata. Dan biarlah Allah SWT yang akan menilai dan memberikan balasan....
Wallahu a’lam bi shawab

”Sebaik-baik kamu adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Bukhari)

74 Wasiyat Untuk Para Pemuda



Segala puji bagi Allah yang berfirman:“Dan sungguh Kami telah memerintahkan orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah.” (An-Nisa’: 131)

Serta shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada hamba dan rasul-Nya Muhammad yang bersabda:
“Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah , serta agar kalian mendengar dan patuh.”
Dan takwa kepada Allah adalah mentaati-Nya dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Berikut ini adalah wasiat islami yang berharga dalam berbagai aspek seperti ibadah, muamalah, akhlak, adab dan yang lainnya dari sendi-sendi kehidupan. Kami persembahkan wasiat ini sebagai peringatan kepada para pemuda muslim yang senantiasa bersemangat mencari apa yang bermanfaat baginya, dan sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman. Kami memohon kepada Allah agar menjadikan hal ini bermanfaat bagi orang yang membacanya ataupun mendengarkannya. Dan agar memberikan pahala yang besar bagi penyusunnya, penulisnya, yang menyebarkannya ataupun yang mengamalkannya. Cukuplah bagi kita Allah sebaik-baik tempat bergantung.

1. Ikhlaskanlah niat kepada Allah dan hati-hatilah dari riya’ baik dalam perkataan ataupun perbuatan.

2. Ikutilah sunnah Nabi dalam semua perkataan, perbuatan, dan akhlak.

3. Bertaqwalah kepada Allah dan ber’azamlah untuk melaksanakan semua perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

4. Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nashuha dan perbanyaklah istighfar.

5. Ingatlah bahwa Allah senatiasa mengawasi gerak-gerikmu. Dan ketahuilah bahwa Allah melihatmu, mendengarmu dan mengetahui apa yang terbersit di hatimu.

6. Berimanlah kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir serta qadar yang baik ataupun yang buruk.

7. Janganlah engkau taqlid (mengekor) kepada orang lain dengan buta (tanpa memilih dan memilah mana yang baik dan yang buruk serta mana yang sesuai dengan sunnah/syari’at dan mana yang tidak). Dan janganlah engkau termasuk orang yang tidak punya pendirian.

8. Jadilah engkau sebagai orang pertama dalam mengamalkan kebaikan karena engkau akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengikuti/mencontohmu dalam mengamalkannya.

9. Peganglah kitab Riyadlush Shalihin, bacalah olehmu dan bacakan pula kepada keluargamu, demikian juga kitab Zaadul Ma’ad oleh Ibnul Qayyim.

10. Jagalah selalu wudlu’mu dan perbaharuilah. Dan jadilah engkau senantiasa dalam keadaan suci dari hadats dan najis.

11. Jagalah selalu shalat di awal waktu dan berjamaah di masjid terlebih lagi sahalat ‘Isya dan Fajr (shubuh).

12. Janganlah memakan makanan yang mempunyai bau yang tidak enak seperti bawang putih dan bawang merah. Dan janganlah merokok agar tidak membahayakan dirimu dan kaum muslimin.

13. Jagalah selalu shalat berjamaah agar engkau mendapat kemenangan dengan pahala yang ada pada shalat berjamaah tersebut.

14. Tunaikanlah zakat yang telah diwajibkan dan janganlah engkau bakhil kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

15. Bersegeralah berangkat untuk shalat Jumat dan janganlah berlambat-lambat sampai setelah adzan kedua karena engkau akan berdosa.

16. Puasalah di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar Allah mengampuni dosa-dosamu baik yang telah lalu ataupun yang akan datang.

17. Hati-hatilah dari berbuka di siang hari di bulan Ramadhan tanpa udzur syar’i sebab engkau akan berdosa karenanya.

18. Tegakkanlah shalat malam (tarawih) di bulan Ramadhan terlebih-lebih pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah agar engkau mendapatkan ampunan atas dosa-dosamu yang telah lalu.

19. Bersegeralah untuk haji dan umrah ke Baitullah Al-Haram jika engkau termasuk orang yang mampu dan janganlah menunda-nunda.

20. Bacalah Al-Qur’an dengan mentadaburi maknanya. Laksanakanlah perintahnya dan jauhi larangannya agar Al-Qur’an itu menjadi hujjah bagimu di sisi rabmu dan menjadi penolongmu di hari qiyamat.

21. Senantiasalah memperbanyak dzikir kepada Allah baik perlahan-lahan ataupun dikeraskan, apakah dalam keadaan berdiri, duduk ataupun berbaring. Dan hati-hatilah engkau dari kelalaian.

22. Hadirilah majelis-majelis dzikir karena majelis dzikir termasuk taman surga.

23. Tundukkan pandanganmu dari aurat dan hal-hal yang diharamkan dan hati-hatilah engkau dari mengumbar pandangan, karena pandangan itu merupakan anak panah beracun dari anak panah Iblis.

24. Janganlah engkau panjangkan pakaianmu melebihi mata kaki dan janganlah engkau berjalan dengan kesombongan/keangkuhan.

25. Janganlah engkau memakai pakaian sutra dan emas karena keduanya diharamkan bagi laki-laki.

26. Janganlah engkau menyeruapai wanita dan janganlah engkau biarkan wanita-wanitamu menyerupai laki-laki.

27. Biarkanlah janggutmu karena Rasulullah: “Cukurlah kumis dan panjangkanlah janggut.” (HR. Bukhari Dan Muslim)

28. Janganlah engkau makan kecuali yang halal dan janganlah engkau minum kecuali yang halal agar doamu diijabah.

29. Ucapkanlah "bismillah" ketika engkau hendak makan dan minum dan ucapkanlah "alhamdulillah" apabila engkau telah selesai.

30. Makanlah dengan tangan kanan, minumlah dengan tangan kanan, ambillah dengan tangan kanan dan berilah dengan tangan kanan.

31. Hati-hatilah dari berbuat kezhaliman karena kezhaliman itu merupakan kegelapan di hari kiamat.

32. Janganlah engkau bergaul kecuali dengan orang mukmin dan janganlah dia memakan makananmu kecuali engkau dalam keadaan bertaqwa (dengan ridla dan memilihkan makanan yang halal untuknya).

33. Hati-hatilah dari suap-menyuap (kolusi), baik itu memberi suap, menerima suap ataupun perantaranya, karena pelakunya terlaknat.

34. Janganlah engkau mencari keridlaan manusia dengan kemurkaan Allah karena Allah akan murka kepadamu.

35. Ta’atilah pemerintah dalam semua perintah yang sesuai dengan syari’at dan doakanlah kebaikan untuk mereka.

36. Hati-hatilah dari bersaksi palsu dan menyembunyikan persaksian.

“Barangsiapa yang menyembunyikan persaksiannya maka hatinya berdosa. Dan Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (Al-Baqarah: 283)
37. “Dan ber amar ma’ruf nahi munkarlah serta shabarlah dengan apa yang menimpamu.” (Luqman: 17)
Ma’ruf adalah apa-apa yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya , dan munkar adalah apa-apa yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya.

38. Tinggalkanlah semua hal yang diharamkan baik yang kecil ataupun yang besar dan janganlah engkau bermaksiat kepada Allah dan janganlah membantu seorangpun dalam bermaksiat kepada-Nya.

39. Janganlah engkau dekati zina. Allah berfirman: “Janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah kekejian dan sejelek-jelek jalan.” (Al-Isra’:32)

40. Wajib bagimu berbakti kepada orang tua dan hati-hatilah dari mendurhakainya.

41. Wajib bagimua untuk silaturahim dan hati-hatilah dari memutuskan hubungan silaturahim.

42. Berbuat baiklah kepada tetanggamu dan janganlah menyakitinya. Dan apabila dia menyakitimu maka bersabarlah.

43. Perbanyaklah mengunjungi orang-orang shalih dan saudaramu di jalan Allah.

44. Cintalah karena Allah dan bencilah juga karena Allah karena hal itu merupakan tali keimanan yang paling kuat.

45. Wajib bagimu untuk duduk bermajelis dengan orang shalih dan hati-hatilah dari bermajelis dengan orang-orang yang jelek.

46. Bersegeralah untuk memenuhi hajat (kebutuhan) kaum muslimin dan buatlah mereka bahagia.

47. Berhiaslah dengan kelemahlembutan, sabar dan teliti. Hatilah-hatilah dari sifat keras, kasar dan tergesa-gesa.

48. Janganlah memotong pembicaraan orang lain dan jadilah engkau pendengar yang baik.

49. Sebarkanlah salam kepada orang yang engkau kenal ataupun tidak engkau kenal.

50. Ucapkanlah salam yang disunahkan yaitu "assalamualaikum" dan tidak cukup hanya dengan isyarat telapak tangan atau kepala saja.

51. Janganlah mencela seorangpun dan mensifatinya dengan kejelekan.

52. Janganlah melaknat seorangpun termasuk hewan dan benda mati.

53. Hati-hatilah dari menuduh dan mencoreng kehormatan oarng lain karena hal itu termasuk dosa yang paling besar.

54. Hati-hatilah dari namimah (mengadu domba), yakni menyampaikan perkataan di antara manusia dengan maksud agar terjadi kerusakan di antara mereka.

55. Hati-hatilah dari ghibah, yakni engkau menceritakan tentang saudaramu apa-apa yang dia benci jika mengetahuinya.

56. Janganlah engkau mengagetkan, menakuti dan menyakiti sesama muslim.

57. Wajib bagimu melakukan ishlah (perdamaian) di antara manusia karena hal itu merupakan amalan yang paling utama.

58. Katakanlah hal-hal yang baik, jika tidak maka diamlah.

59. Jadilah engkau orang yang jujur dan janganlah berdusta karena dusta akan mengantarkan kepada dosa dan dosa mengantarakan kepada neraka.

60. Janganlah engkau bermuka dua. Datang kepada sekelompok dengan satu wajah dan kepada kelompok lain dengan wajah yang lain.

61. Janganlah bersumpah dengan selain Allah dan janganlah banyak bersumpah meskipun engkau benar.

62. Janganlah menghina orang lain karena tidak ada keutamaan atas seorangpun kecuali dengan taqwa.

63. Janganlah mendatang dukun, ahli nujum serta tukang sihir dan jangan membenarkan (perkataan) mereka.

64. Janganlah menggambar gambar manuasia dan binatang. Sesungguhnya manusia yang paling keras adzabnya pada hari kiamat adalah tukang gambar.

65. Janganlah menyimpan gambar makhluk yang bernyawa di rumahmu karena akan menghalangi malaikat untuk masuk ke rumahmu.

66. Tasymitkanlah orang yang bersin dengan membaca: "yarhamukallah" apabila dia mengucapkan: "alhamdulillah"

67. Jauhilah bersiul dan tepuk tangan.

68. Bersegeralah untuk bertaubat dari segala dosa dan ikutilah kejelekan dengan kebaikan karena kebaikan tersebut akan menghapuskannya. Dan hati-hatilah dari menunda-nunda.

69. Berharaplah selalu akan ampunan Allah serta rahmat-Nya dan berbaik sangkalah kepada Allah .

70. Takutlah kepada adzab Allah dan janganlah merasa aman darinya.

71. Bersabarlah dari segala mushibah yang menimpa dan bersyukurlah dengan segala kenikamatan yang ada.

72. Perbanyaklah melakukan amal shalih yang pahalanya terus mengalir meskipun engkau telah mati, seperti membangun masjid dan menyebarakan ilmu.

73. Mohonlah surga kepada Allah dan berlindunglah dari nereka.

74. Perbanyaklah mengucapkan shalawat dan salam kepada Rasulullah.
Shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepadanya sampai hari kiamat juga kepada keluarganya dan seluruh shahabatnya.

(Diterjemahkan dari buletin berjudul 75 Washiyyah li Asy-Syabab terbitan Daarul Qashim Riyadl-KSA oleh Abu Abdurrahman Umar Munawwir)

Wednesday, October 26, 2016

Kewajiban Muslim Sebelum Tidur




Artikel Islami - Pada suatu malam, setelah rasulullah menunaikan shalat malam, terlihat aisyah r.a, tengah tiduran di ranjang dan tengah memperhatikan beliau yang tengah berdzikir. Akhirnya rasulullah mendekati istrinya dan mencium keningnya seraya bertanya, "Hai aisyah maukah engkau mengetahui kewajiban apa saja yang yang harus dilakukan oleh umat muslim sebelum tidurnya agar ia mendapatkan kenikmatan di dunia dan akhirat....

Aisyah berkata " Wahai Rasulullah kekasih ku berikanlah padaku hal yang mulia ini atas ketidak tahuanku, sehingga aku dapat mencapai ridho Allah ....

dengarkanlah wahai aisyah, Rasulullah menjawab :" Kewajiban umat muslim setiap harinya sebelum tidur agar dia mendapatkan ridho Allah sehingga mendapatkan kenikmatan di dunia dan akhirat adalah sebagai berikut :

1. Mengkhatamkan al-Quran sebelum tidur
2. Meminta Safa'at kepada Nabi dan Rasul sebelum tidur
3. Menyenangkan dan menghibur seluruh umat muslim yang ada di dunia
4. Menunaikan ibadah Haji dan Umroh

Aisyah akhirnya berfikir, dan bertanya :" Wahai kekasihku rasulullah, bagaimanaka aku harus melakukkannya dalam semalam sedangkan itu merupakan tidak mungkin bagiku sebgai manusia biasa..??

Rasulullah menjawab, " Dengarkanlah wahai aisyah istriku ...
1. Untuk mengkhatamkan al-Quran cukup kau membaca surat Al-Ikhlas 3x yang didahului dengan membaca basmallah sesungguhnya pahala dari membacanya adalah sama dengan membaca Al-Quran sampai dengan khatam.
2. Mintalah safa'at kepada para nabi dan rasul dengan mengucapkan shalawat baginya 3x, kepada nabi dan rasul siapa saja yang kau tuju sehingga terlimpahlah kepadamu safa'at mereka.
3. Bacalah lafadz "Astaghfirullahaladzim aladzila ilahailahuwal hayul qoyum wa 'atubuillahi 3x, karena sesungguhnya itu akan membuat semua umat islam yang masih hidup dan telah meninggal akan tersenyum karena dengan demikian kita telah memintakan ampun atas doda-dosa yang mereka perbuat.
4. Bacalah tasbih lengkap (Subhanallahu walhamdulillahi walailahailallahu allahuakbar, lahaulawala quata ilabilahilaliyil adzim) 3x ,karena sesungguhnya pahalanya sama dengan menunaikan ibadah haji dan umroh.
tapi ingatlah kemulian dan kekuasaan Allah atas hal ini janganlah kau salah artikan sesungguhnya Allah maha Adil dan Bijaksana.

Wahai rasulullah sungguh besar kekuasaan Allah tiada suatu apapun yang menyamainya, lahaulawala quata ilabillahil aliyil adzim, jawab aisyah setelah mendengarkan sabda beliau.