Saturday, February 28, 2015

Keep Your Love Till The Time

Santri Menyapa Dunia
Oleh : Elyna Dayanti

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang,
Cukup cintai ia dalam diam .. Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ..
Kau ingin memuliakan dia,
Dengan tidak mengajakanya menjalin hubungan yang terlarang,
Kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya.

Karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu ..
Menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan iffahmu .. Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..
Karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH swt. pilihkan untukmu .. Ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan Ali ?


Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ..
Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah .. Karena dalam diammu tersimpan kekuatan ..
Kekuatan harapan ..
Hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata ..
Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yanng berharap padanya ?

Dan jika memang ‘cinta dalam diammu’ itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata,
Biarkan ia tetap diam .. 

Jika dia memang bukan milikmu,
Toh Allah, melalui waktu akan menghapus ‘cinta dalam diammu’ itu dengan memberi rasa yang lebih indah dan orang yang tepat.. 

Biarkan ‘cinta dalam diammu’ itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu
Menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hatimu.


Pantaskah?

Santri Menyapa Dunia
Oleh : Elyna Dayanti

Pantaskah?

Kalau ingat hadits
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Aku melihat ke dalam Syurga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah fuqara’ (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam Neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penghuninya adalah WANITA.” (HR Bukhari dan Muslim), disitu sering saya merasa sedih
.
Bila melihat lagi ke dalam diri ini, betapa banyak maksiat yang masih dilakukan dan masih sulit untuk ditinggalkan, disitu sering saya merasa sedih
.
Bila dengar pujian orang lain yang setinggi langit, sedang itu semua hanyalah KARENA ALLAH yang menutupi segala AIB dan diri ini, disitu sering saya merasa sedih
.
Bila ingat bahwa diri ini benar-benar tidak sebaik dari yang orang sangkakan, disitu sering saya merasa sedih
.
Bila ingat masa lalu yang kelam, tak mau mencari ilmu agama, lebih-lebih lagi untuk taat padaNya, disitu sering saya merasa sedih
.
Bila tersadar bahwa dulunya bibir ini lebih sering melantukan syair-syair syaithan dibanding ayat suci Al-Qur'an, disitu sering saya merasa sedih
.
Bila coba diungkit lagi, barangkali lidah ini sering
mencelakakan saudara sesama muslim, ghibah, fitnah, dan terbujuk rayuan syaithan, dibanding menasehati dan menyampaikan kebaikan, disitu sering saya merasa sedih
.
Bila ingat bahwa pintu neraka selalu terbuka lebar, bahkan Malaikat Mikail pun tak pernah lagi tertawa semenjak neraka diciptakan, sedang kata taubat masih di pangkalnya lidah, disitu sering saya merasa sedih
.
Bila berkaca pada diri sendiri, terkadang masih lalai dari apa yang sudah dinasehatkan kepada yang lain, disitu sering saya merasa sedih
----------------------------
Ya Rabb, masih pantaskah aku memohon lebih kepada-Mu, setelah ku sadari bahwa tak sedikitpun Engkau menahan nikmat dan karunia-Mu sebab dosa-dosaku.. :'(

Friday, February 27, 2015

MENGAWALI HARI

Santri Menyapa Dunia
Oleh : Elyna Dayanti

MENGAWALI HARI
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tiada suatu hari bagi para hamba yang bangun PAGI-PAGI kecuali dua malaikat akan turun.
Salah satu dari malaikat itu berkata, 'Ya Allah, berikanlah kepada orang yang bersedekah dengan pahalanya.'
Malaikat yang kedua berkata, 'Ya Allah, berikanlah kerusakan pada orang yang kikir'.'' (HR Bukhari).

Pada hadis di atas, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengungkapkan ada dua malaikat yang setiap pagi mendoakan manusia. Satu mendoakan kebaikan dan satunya lagi mendoakan keburukan.
Manusia yang memulai hari dengan baik (digambarkan dengan orang yang bersedekah) akan didoakan kebaikan oleh malaikat.
Sementara manusia yang memulai hari dengan buruk (digambarkan dengan orang kikir) akan didoakan keburukan oleh malaikat lainnya.

Tapi, aktifitas manusia yang begitu padat membuatnya lupa untuk berniat melakukan kebaikan di pagi hari.
Akibatnya, yang dihasilkan di hari itu pun hanya keuntungan yang sifatnya materi, kalau tidak malah kerugian karena sudah berniat buruk.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, melalui hadits itu, mengingatkan kita untuk selalu mengawali hari dengan kebaikan, apapun bentuknya.
Awal yang baik in shaa Allah akan menghasilkan akhir yang baik pula.
Semoga kita dan anak2 keturunan kita semua menjadi orang-orang yang senantiasa mengawali harinya dengan menebar kebaikan dan menutup harinya juga dengan kebaikan. Aamiin.

Semangat pagi Sahabat, belajar dari ajaran Rasul kita diatas, teruslah menebar kebaikan, terus bersedekah, bahkan walau baru bisa dalam sedekah kata-kata kebaikan, kata-kata yang barangkali bisa menginspirasi orang lain. Dan jangan lupa temui Allah di waktu dhuha ini.
Baraka Allah fikum.