Thursday, February 26, 2015

Do'aku sore ini :

Santri Menyapa Dunia
Oleh : Elyna Dayanti
Do'aku sore ini :
"Ya Rabb, Kupasrahkan calon imamku di ujung takdirMu"
" Boleh Jadi Kamu membenci sesuatu padahal itu amat Baik bagimu, dan Boleh jadi kamu amat menyukai sesuatu padahal Itu amatlah Buruk bagimu;Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
(Qs.Al-baqarah : 216)
#
Jika seandainya benar kau ditakdirkan untukku, pasti Allah akan Mempertemukan jua dengan tertanamnya Cinta dan kasih sayang dan memberi rasa yang lebih Indah setelah akad Dilafadzkan.
#
Jemputlah aku Dengan iman dan takwamu, khitbah aku dengan hafalan Qur'anmu, tak perlu kau sediakan Perhiasan sebagai mahar dihari Pernikahan, Karena aku akan berusaha menjadi Perhiasan terIndah Untukmu dan penenang Jiwamu.
#
Kerelaan waktumu dalam mencari ilmu dijalanNya adalah Keberkahan bagiku, Sunnah Rasul yang kau Hidupkan adalah kebahagiaanku Memilikimu... dan Ingatlah Wahai Pemilik hati yang Allah Tetapkan Untukku...Sebelum kita Melangkah, Mohon Ijin-kepadaNya Melalui Istikharah.
#
Teruslah meminta padaNya akan diriku disetiap sujud2mu, dan bait2 doamu. Karna aku percaya doa mampu mengubah takdir. Aku percaya tiada yang tidak mungkin bagiNya untuk mempertemukanmu denganku dan menyatukan dua insan yang saling berjauhan menjadi berdekatan.
#
Jika yang fana tak menyatukan kita, semoga yang abadi Mempertemukan kita. Karna cinta bukan sekedar melepas status didunia melainkan menyambung hati sampai ke surga smile emotikon

SOMBONG, BANGGA & SYUKUR

Santri Menyapa Dunia
Oleh : Elyna Dayanti
SOMBONG, BANGGA & SYUKUR
SOMBONG, BANGGA & SYUKUR adalah 3 hal yang berbeda meskipun perbedaanya bisa sangat tipis sekali.
Subhanallah, begitu halus jebakan syaithan membisik dirongga hati ini yang bisa menjerumuskan kita kapan saja dan di mana saja menuju kedalam kubangan dosa dan maksiat. Berikut permisalan 3 ilustrasi yang membedakan antara sikap sombong, bangga, dan syukur.
mari beriktibar :
1. Hari ini aku menghadiri acara wisudaku, hari yang ku tunggu-tunggu, aku berada diantara barisan lulusan dengan nilai terbaik tahun ini. predikat cumlaude pun terselempangkan di bahuku. rasanya senang sekali. aku pun berfoto dengan siapa saja yang aku temui, aku juga mengupload foto ku ke semua social media agar orang-orang tau bahwa aku telah berhasil lulus sebagai mahasiswa dengan nilai terbaik.
2. Hari ini aku menghadiri upacara wisudaku dan aku berada diantara mahasiswa dengan nilai kelulusan terbaik tahun ini. aku senang bisa menjadi salah satu diantara mereka karena dengan predikat cumlaude ini orangtua ku jadi tahu bahwa anak mereka mampu.
3. Hari ini aku menghadiri acara wisudaku dan aku berada diantara barisan lulusan terbaik tahun ini. sungguh jika bukan karena Allah yang menuntun dan memberiku tempat, aku tak mungkin bisa menjadi salah satu orang yang ada di barisan ini. la hawlaa walaa quwatta illah billah.
Tiga contoh di atas merupakan contoh paling sederhana. Namun, manakah yang terbaik di antara 3 cerita tersebut?
Tentu kebanyakan orang akan memilih cerita nomor 3, karena sejatinya setiap orang baligh dan berakal lagi beriman pasti bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Cerita pertama menunjukkan kesombongan seseorang, meski terkadang sang pelaku tidak menyadarinya. Dalam istilah arab, ini disebut “takabbur” atau "pamer"
Pada cerita kedua dapat kita lihat bahwa mahasiswa tersebut merasa bangga akan kemampuannya sehingga ia bisa menjadi salah satu lulusan terbaik. Dalam istilah arab sifat ini disebut “ujub”.
Sedangkan pada cerita ketiga terlihat jelas bahwa mahasiswa tersebut masih mengingat Allah SWT. Ia merendahkan diri dihadapan Allah karena ia tahu bahwa jika Allah tidak menghendaki, sekalipun ia tak akan pernah berada di sana.
-------- Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al-Israa’:37) -------- Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Q.S. Ibrahim:7) -------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur (sombong).” (HR Bukhari)

MENAGISLAH

Santri Menyapa Dunia
Oleh : Elyna Dayanti
MENAGISLAH
"Sungguh, menangis karena takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar" (Abdullah bin Umar radhiyallahu'anhuma)
MENANGISLAH...KARENA KITA MEMANG HARUS MENANGIS ... Dalam islam seseorang yang mudah menangis bukanlah aib..Tentu saja bukan sembarang menangis seperti menangis karena cinta, kehilangan harta atau urusan dunia lainnya namun menangis karena takut kepada Allah dalam kesendiriannya akan dosa-dosa yang telah dilakukan. Mudah menangis adalah tanda lembutnya Qalbu .. Semakin lembut qalbu semakin seorang hamba dapat merasakan getaran-getaran lembut kala asma Allah disebut .. Semakin takut akan Keagungan dan tanda-tanda KebesaranNya .. Karenanya jika belum mampu menangis ... Teruslah belajar menundukkan keegoan hati dihadapan Allah .. Perkuat sujud dan taubat kita kepada Nya .... Dalam sebuah hadits dijelaskan keutamaan mata yang mudah menangis karena takut kepada Allah.
عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ
Dari Atha' bin Abu Rabah, dari Ibnu Abbas, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
عَيْنَانِ لَا تَمَسُّهُمَا النَّارُ عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ (Ada) dua mata yang tidak akan tersentuh oleh (api) neraka: (1) mata yang menangis karena takut kepada Allah dan (2) mata yang tidak terpejam karena berjaga-jaga dijalan Allah (HR. Tirmidzi )
Sungguh menangis karena takut kepada Allah merupakan diantara sifatnya orang-orang yang shalih terdahulu
Suatu malam al-Hasan al-Bashri rahimahullah terbangun dari tidurnya lalu menangis sampai-sampai tangisannya membuat segenap penghuni rumah kaget dan terbangun. Maka mereka pun bertanya mengenai keadaan dirinya, dia menjawab, “Aku teringat akan sebuah dosaku, maka aku pun menangis.” Kalau al-Hasan al-Bashri saja menangis sedemikian keras karena satu dosa yang diperbuatnya, lalu bagaimanakah lagi dengan orang yang mengingat bahwa jumlah dosanya tak dapat lagi dihitung dengan jari tangan & jari kaki .....? Seharusnya kitalah yang lebih banyak menangis karena banyaknya dosa daripada dirinya.
Tidakkah kita malu merasa termasuk golongan orang-orang shalih sementara hati-hati kita begitu keras saat dalam kesendirian kita dan air mata kita hilang entah pergi kemana
Perbanyak istighfar dan membaca surat as Sajdah saat munajat malam Insya Allah dapat melembutkan hati .. ********* Ya Allah , tiada Tuhan selain Engkau, Wahai Rabb yang mempunyai arasy yang agung.
Ya Allah, Janganlah Engkau biarkan kami termasuk dalam golongan orang-orang yang menyombongkan diri,
Masukkan kami ke dalam golongan hamba-hamba Mu yang bersujud kepada MU, melaksanakan perintahMu, yang takut terhadap azabMu,
Masukkan kami ke dalam golongan hamba-hamba Mu yang selalu mengingatMU dan menangis karena kekhusyukan beribadah kepada MU,
Wahai Allah, masukkan kami ke dalam golongan hamba-hambaMu yang bersujud kepada Mu, yang selalu me Maha sucikan Engkau dengan pujian dan lindungilah kami dari keburukan iman serta sebab jauhnya kami kepada MU , dan ampunilah dosa dosa kami wahai Allah Yang Maha Luas ampunan Nya .. اَمِيـْنْ