Santri Menyapa Dunia
Oleh : Elyna Dayanti
Oleh : Elyna Dayanti
SOMBONG, BANGGA & SYUKUR
SOMBONG, BANGGA & SYUKUR adalah 3 hal yang berbeda meskipun perbedaanya bisa sangat tipis sekali.
Subhanallah, begitu halus jebakan syaithan membisik dirongga hati ini yang bisa menjerumuskan kita kapan saja dan di mana saja menuju kedalam kubangan dosa dan maksiat. Berikut permisalan 3 ilustrasi yang membedakan antara sikap sombong, bangga, dan syukur.
mari beriktibar :
1. Hari ini aku menghadiri acara wisudaku, hari yang ku tunggu-tunggu, aku berada diantara barisan lulusan dengan nilai terbaik tahun ini. predikat cumlaude pun terselempangkan di bahuku. rasanya senang sekali. aku pun berfoto dengan siapa saja yang aku temui, aku juga mengupload foto ku ke semua social media agar orang-orang tau bahwa aku telah berhasil lulus sebagai mahasiswa dengan nilai terbaik.
Subhanallah, begitu halus jebakan syaithan membisik dirongga hati ini yang bisa menjerumuskan kita kapan saja dan di mana saja menuju kedalam kubangan dosa dan maksiat. Berikut permisalan 3 ilustrasi yang membedakan antara sikap sombong, bangga, dan syukur.
mari beriktibar :
1. Hari ini aku menghadiri acara wisudaku, hari yang ku tunggu-tunggu, aku berada diantara barisan lulusan dengan nilai terbaik tahun ini. predikat cumlaude pun terselempangkan di bahuku. rasanya senang sekali. aku pun berfoto dengan siapa saja yang aku temui, aku juga mengupload foto ku ke semua social media agar orang-orang tau bahwa aku telah berhasil lulus sebagai mahasiswa dengan nilai terbaik.
2. Hari ini aku menghadiri upacara wisudaku dan aku berada diantara mahasiswa dengan nilai kelulusan terbaik tahun ini. aku senang bisa menjadi salah satu diantara mereka karena dengan predikat cumlaude ini orangtua ku jadi tahu bahwa anak mereka mampu.
3. Hari ini aku menghadiri acara wisudaku dan aku berada diantara barisan lulusan terbaik tahun ini. sungguh jika bukan karena Allah yang menuntun dan memberiku tempat, aku tak mungkin bisa menjadi salah satu orang yang ada di barisan ini. la hawlaa walaa quwatta illah billah.
Tiga contoh di atas merupakan contoh paling sederhana. Namun, manakah yang terbaik di antara 3 cerita tersebut?
Tentu kebanyakan orang akan memilih cerita nomor 3, karena sejatinya setiap orang baligh dan berakal lagi beriman pasti bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Tentu kebanyakan orang akan memilih cerita nomor 3, karena sejatinya setiap orang baligh dan berakal lagi beriman pasti bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Cerita pertama menunjukkan kesombongan seseorang, meski terkadang sang pelaku tidak menyadarinya. Dalam istilah arab, ini disebut “takabbur” atau "pamer"
Pada cerita kedua dapat kita lihat bahwa mahasiswa tersebut merasa bangga akan kemampuannya sehingga ia bisa menjadi salah satu lulusan terbaik. Dalam istilah arab sifat ini disebut “ujub”.
Sedangkan pada cerita ketiga terlihat jelas bahwa mahasiswa tersebut masih mengingat Allah SWT. Ia merendahkan diri dihadapan Allah karena ia tahu bahwa jika Allah tidak menghendaki, sekalipun ia tak akan pernah berada di sana.
-------- Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al-Israa’:37) -------- Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Q.S. Ibrahim:7) -------- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur (sombong).” (HR Bukhari)
No comments:
Post a Comment