Monday, November 24, 2014

Harga Sebuah "Perdjoeangan"



Santri Menyapa Dunia
Nafas yang terasa hambar, keringat yang seolah tak lagi mengalir, langkah yang sudah terlihat patah, dan apalah. Mungkin jika semuanya di ungkapkan dalam kalimat – kalimat yang sering orang bilang ‘lebay’ ini, tak akan ada habis dan ujungnya.
                Sebuah perjalanan memang terasa amat jauh, saat kita berharap untuk segera sampai kepadanya, jalan luruspun terasa penuh kelokan saat kita merasa jalan itu salah bagi kita. Namun, semua akan terasa indah saat kita mampu menikmati setiap pergerakan menuju tempat tujuan kita, apapun resiko dan hambatannya “It’s okey”, tak akan pernah jadi sebuah permasalahan.
                Dalam kehidupan, seyogiyanya semua manusia mengenal, memahami dan benar – mengamalkan kata ‘perjuangan’ dalam setiap sesi hidupnya, sebuah kata yang pada kenyataannya tak sulit untuk diucap, tak sukar untuk dicatat, dan tak lama untuk dihafal ini, memiliki makna tersirat yang begitu mendalam, sehingga banyak orang yang hanya mampu pada batas mengetahui saja, tidak sampai tingkat pemahaman dan pengamalan, karena bukan sembarang orang yang mampu sampai titik ini.
                Ukuran pemahaman atas kata singkat diatas, bukan terletak pada seberapa bagus tulisan, seberapa tinggi rangking yang diraih, ataupun seberapa panjang dan lebar gelar – gelar akademik yang mengapit di sudut kanan dan kiri namanya. Tapi pemahaman ini dapat diraih dengan sebuah ketekunan, kesabaran dan ketulusan, seberapapun rendah pendidikan yang dianyam seseorang, adapun jiwanya sudah mencakup dan menguasai 3 sifat ini, kiranya pemahaman dan pengamalan ‘perjuangan’, tak akan sulit untuk dilakukan.
                Tidak ada tawa ataupun canda berlebih, berkeliling kota setiap saat, mengisi semua waktu luang dengan kegiatan – kegiatan yang dapat mempertajam intelektual, yang mungkin salah satu yang paling diidam – idamkan adalah menikmati indahnya masa muda. Semua terasa pergi saat kita berusaha memahami arti dari ‘Perdjoeangan’, kita secara perlahan – lahan harus merelakan semua itu untuk tidak kita lakoni, karena begitu banyaknya tugas ‘perjuangan’ yang bergantung di pundak kita.
                Usia muda dan kesenangannya terampas tak jadi masalah, asal dengan melakoni pemahaman ini dapat menjamin masa depan kita, karena dari perjuangan kita inilah, akan lahir puluhan anak bangsa yang siap memimpin dan merawat ibu pertiwi dengan penuh cinta. Harus kita yakini.
                Prihatinlah, tirakatlah, dan bersujudlah, karena sebuah balasan indah menanti kita di ujung juang. Insya Allah.

                In Tanshurulloha Yanshurukum Wayutsabit Aqdamaqum….

No comments:

Post a Comment