Wednesday, November 12, 2014

Teruntuk Kawan (Catatan Sang Pemimpi)


Santri Menyapa Dunia
Teruntuk Kawan
(Catatan Sang Pemimpi)

Rantai yang kokohpun mungkin bisa terputus dengan mudahnya saat tertimpa bongkahan lahar yang terpental dari letusan gunung berapi. Mungkin inilah perumpamaan yang selalu orang sampaikan saat dia mengeluh dengan masalah yang dihadapinya atau perumpamaan ini diungkapkan oleh orang yang mengatakan bahwasanya setiap hal di muka bumi ini memiliki batasan – batasan tertentu.
Namun, bagiku perumpamaan tersebut tidak pantas disandarkan pada temanku yang satu ini, salah satu teman dekat yang kebetulan memiliki cita – cita sama denganku. Teman yang sama – sama pernah berada dalam kelamnya dunia luar dengan segala pernak – perniknya yang mungkin semua itu telah kita coba.
Beginilah skenario sang Khalik kawan, tak pernah kusangka orang seperti aku dan kamu, bisa masuk ke dalam sebuah penjara suci (Pondok Pesantren) “Kawah Candra Dimoka”. Begitulah biasanya para Asatidz memberikan sebutan pada tempat kita berada sekarang. Cinta Allah yang amat tidak terbatas bagi seluruh umatnya, kembali harus kita syukuri karena dengan cintanyalah hati kita dapat menemukan setitik cahaya penerang yang menerangi hati kita, hati yang dulunya pernah tertidur bertahun – tahun lamanya.
Sekarang kamu telah mengambil jalan baru untuk mengais ilmu di pondok tahfidz, semoga di sana kamu bisa benar – benar hafal dan faham dari setiap ayat yang termaktub dalam kitab yang paling kita cintai, Al Qur’an Al – Karim. Aku akan tetap di sini, tapi bukan berarti aku tidak mau menjadi sepertimu bercita – cita menjadi seorang Mufassir Ahlu Sunnah Wal Jama’ah, aku akan tetap berusaha untuk terus menghafal ayat demi ayat dari kitab-Nya.
Kawan satu hal yang harus kamu camkan.
Aku menunggumu di depan pintu gerbang Universitas Al – Azhar, Cairo (walau tak tahu kapan ?). Mari kita masuk jurusan Ushuluddin (Tafsir Hadist), kita kuras seluruh ilmunya. Semoga dengan menimba ilmu di sana kita dapat menjadi salah satu cahaya dalam Islam, pejuang Allah yang loyal dan selalu siap untuk membimbing diri pribadi, keluarga dan umat menuju jalan yang di ridhoi-Nya.
Kasih sayang  Allah tidak akan pernah terputus untuk seluruh umat-Nya, begitu pula untuk para pencari ilmu kawan, semoga Allah memberikan kita kemudahan dalam meraih cita – cita untuk bisa menimba ilmu di tanah para Nabi tersebut. Amin.
Sabar, yakin, istiqomah, bersungguh – sungguh, oportunis dalam bertafaqquh…..
Inilah beberapa sifat yang harus kita pupuk mulai dari sekarang.
“In Tanshurulloha Yanshurukum Wayutsabit Aqdamakum”
Semoga Allah memberikan kita yang terbaik dan kesempatan untuk bisa menjadi pejuang Islam bersama – sama orang yang bersungguh dalam memperjuangkan Islam dengan bertafaqquh di negeri para Nabi. Mesir.


‘Ala hadihi niah Assholihah, Lana … Al – Fatihah

No comments:

Post a Comment