Santri Menyapa Dunia
Teruntuk Kawan
(Catatan Sang Pemimpi)
Rantai yang kokohpun mungkin bisa terputus dengan mudahnya
saat tertimpa bongkahan lahar yang terpental dari letusan gunung berapi.
Mungkin inilah perumpamaan yang selalu orang sampaikan saat dia mengeluh dengan
masalah yang dihadapinya atau perumpamaan ini diungkapkan oleh orang yang
mengatakan bahwasanya setiap hal di muka bumi ini memiliki batasan – batasan
tertentu.
Namun, bagiku perumpamaan tersebut tidak pantas disandarkan
pada temanku yang satu ini, salah satu teman dekat yang kebetulan memiliki cita
– cita sama denganku. Teman yang sama – sama pernah berada dalam kelamnya dunia
luar dengan segala pernak – perniknya yang mungkin semua itu telah kita coba.
Beginilah skenario sang Khalik kawan, tak pernah kusangka
orang seperti aku dan kamu, bisa masuk ke dalam sebuah penjara suci (Pondok
Pesantren) “Kawah Candra Dimoka”. Begitulah biasanya para Asatidz memberikan
sebutan pada tempat kita berada sekarang. Cinta Allah yang amat tidak terbatas
bagi seluruh umatnya, kembali harus kita syukuri karena dengan cintanyalah hati
kita dapat menemukan setitik cahaya penerang yang menerangi hati kita, hati
yang dulunya pernah tertidur bertahun – tahun lamanya.
Sekarang kamu telah mengambil jalan baru untuk mengais ilmu
di pondok tahfidz, semoga di sana kamu bisa benar – benar hafal dan faham dari
setiap ayat yang termaktub dalam kitab yang paling kita cintai, Al Qur’an Al –
Karim. Aku akan tetap di sini, tapi bukan berarti aku tidak mau menjadi
sepertimu bercita – cita menjadi seorang Mufassir Ahlu Sunnah Wal Jama’ah, aku
akan tetap berusaha untuk terus menghafal ayat demi ayat dari kitab-Nya.
Kawan satu hal yang harus kamu camkan.
Aku menunggumu di depan pintu gerbang Universitas Al – Azhar,
Cairo (walau tak tahu kapan ?). Mari kita masuk jurusan Ushuluddin (Tafsir
Hadist), kita kuras seluruh ilmunya. Semoga dengan menimba ilmu di sana kita
dapat menjadi salah satu cahaya dalam Islam, pejuang Allah yang loyal dan
selalu siap untuk membimbing diri pribadi, keluarga dan umat menuju jalan yang
di ridhoi-Nya.
Kasih sayang Allah
tidak akan pernah terputus untuk seluruh umat-Nya, begitu pula untuk para
pencari ilmu kawan, semoga Allah memberikan kita kemudahan dalam meraih cita –
cita untuk bisa menimba ilmu di tanah para Nabi tersebut. Amin.
Sabar, yakin, istiqomah, bersungguh – sungguh, oportunis
dalam bertafaqquh…..
Inilah beberapa sifat yang harus kita pupuk mulai dari
sekarang.
“In Tanshurulloha Yanshurukum Wayutsabit Aqdamakum”
Semoga Allah memberikan kita yang terbaik dan kesempatan
untuk bisa menjadi pejuang Islam bersama – sama orang yang bersungguh dalam
memperjuangkan Islam dengan bertafaqquh di negeri para Nabi. Mesir.
‘Ala hadihi niah Assholihah, Lana … Al – Fatihah

No comments:
Post a Comment